Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan ratusan kota yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Namun siapa sangka, beberapa nama kota di Indonesia ternyata memiliki kemiripan dengan nama kota di Inggris. Fenomena ini sering menarik perhatian masyarakat, karena terkadang orang mengira kedua kota tersebut berhubungan atau memiliki sejarah yang sama. Sebenarnya, kemiripan nama ini mayoritas bersifat kebetulan, karena Indonesia memiliki keragaman budaya dan bahasa yang menghasilkan nama-nama unik pada kota-kota di Nusantara.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan nama kota di Indonesia mirip dengan kota-kota di Inggris:
Salford adalah sebuah kota yang terletak di kawasan metropolitan Manchester, Inggris. Menariknya, Indonesia memiliki kota bernama Salatiga di Jawa Tengah. Walaupun secara ejaan dan pelafalan tidak benar-benar sama, kemiripan nama ini sering membuat orang Indonesia mengasosiasikan Salatiga dengan Salford saat membacanya di peta internasional.
Exeter adalah kota bersejarah di Inggris dengan universitas terkenal. Di Indonesia, memang tidak ada kota bernama Exeter, tetapi beberapa daerah seperti Desa Exo di Papua pernah disinggung sebagai mirip namanya dengan Exeter secara fonetik. Namun ini lebih kepada fonetik dan pengucapan saja.
Kendal adalah nama kabupaten di Jawa Tengah, Indonesia. Di Inggris pun terdapat kota Kendal di Cumbria. Kemiripan ini jelas dan menarik, walaupun kedua nama ini diambil dari sejarah yang berbeda. Di Inggris, Kendal berasal dari nama sungai, sementara di Indonesia diambil dari tumbuhan yang banyak terdapat di wilayah tersebut.
Walaupun sekilas nama Bandung dan Reading berbeda, tapi ada banyak yang memperhatikan bunyi “-ing” akhirnya terasa serupa. Namun, ini lebih kepada kemiripan fonetik dibandingkan penamaan. Reading adalah kota di Berkshire, sedangkan Bandung berasal dari kata “bandung” (yang berarti sesuatu yang menyatu).
Banbury adalah kota yang terletak di Oxfordshire, Inggris. Di Indonesia, Banjar adalah nama kota di Jawa Barat dan juga terdapat kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan. Walau tulisan berbeda, pelafalan keduanya sedikit mirip. Namun, asal nama Banjar di Indonesia biasanya berasal dari kata "banjars" dalam sistem masyarakat tradisional.
Sekilas Chester dan Cianjur tidak terlalu mirip, tetapi dalam percakapan informal sering ditemukan bunyi “C-“ dan “-er” yang memunculkan kemiripan, terutama bagi mereka yang sering membaca nama kota dalam bahasa Inggris dan Indonesia.
Penamaan ini memang tidak sama persis, tetapi beberapa orang secara fonetik kadang membandingkan Oxford dengan Ogan Komering Ulu (OKU) karena bunyi “O” dan “K” yang dominan. Tapi, ini lebih kepada kemiripan pengucapan dan bukan penamaan.
Medan adalah kota terbesar di Sumatera Utara, Indonesia. Di Inggris, ada kota Maidenhead di Berkshire. Keduanya sering dianggap mirip secara bunyi, terutama bagi orang Indonesia yang mendengar nama Maidenhead dengan logat lokal.
Kota Malang di Jawa Timur terkenal sebagai kota pendidikan dan wisata, sedangkan di Inggris ada kota Malton di Yorkshire. Kemiripan nama ini tidak berhubungan secara historis, tetapi sering membuat wisatawan internasional tertarik.
Sidoarjo adalah kota di Jawa Timur. Di Inggris, terdapat Sidmouth. Sekilas, kedua nama kota ini terdengar mirip di telinga, apalagi jika penyebutan dilakukan oleh orang luar negeri.
Nama kota di Indonesia umumnya berasal dari bahasa lokal atau adaptasi dari istilah penting di daerah tersebut, seperti:
Kemiripan dengan nama kota luar negeri seperti di Inggris biasanya murni kebetulan, bukan hasil adopsi. Namun, pengaruh kolonialisme tetap ada pada penamaan beberapa tempat, terutama saat era Hindia Belanda.
Kemiripan nama kota sering membuat masyarakat Indonesia penasaran apakah ada asal usul historis atau budaya yang sama antara dua kota tersebut. Sebenarnya, kedua negara memiliki sejarah, budaya, dan tujuan penamaan yang sangat jauh berbeda. Kota Kendal di Indonesia dan Inggris, misalnya, punya cerita asal penamaan masing-masing. Kendal di Inggris berasal dari bahasa Kuno, sedangkan di Indonesia berasal dari pohon lokal.
Kemiripan nama kota di Indonesia dengan nama kota di Inggris lebih banyak disebabkan oleh kebetulan fonetik dibandingkan sejarah atau pengaruh langsung. Fenomena ini sering membuat masyarakat penasaran, sekaligus menjadi peluang menarik untuk promosi pariwisata lokal. Kota seperti Kendal, Salatiga, dan Medan memang memiliki nama yang mirip dengan beberapa kota di Inggris, namun latar belakang penamaan dan sejarahnya sangat berbeda. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan bahasa dan budaya yang unik, sehingga kemiripan nama tidak selalu bermakna hubungan sejarah maupun budaya dengan Inggris.